Theme images by Igniel

Report Abuse

Gamelan, Alat Musik Tradisional yang Mulai terlupakan

Post a Comment


 

Gamelan merupakan musik ansambel tradisional warga Indonesia Jawa, Sunda, serta Bali, yang sebagian besar terdiri dari instrumen perkusi. Instrumen yang sangat universal digunakan merupakan metalofon yang dimainkan dengan palu serta satu set drum yang dimainkan dengan tangan yang diucap kendhang, yang mencatat ketukan. Kemanak( idiofon berupa pisang) serta gangsa( metalofon lain) merupakan instrumen gamelan yang universal digunakan di Jawa. Perlengkapan musik yang lain antara lain gambang, suling bambu, perlengkapan musik sujud yang diucap rebab, siter, serta vokalis bernama sindhen( Wanita) ataupun gerong( Pria).

Walaupun popularitas gamelan sudah menyusut semenjak diperkenalkannya musik pop, gamelan masih kerap dimainkan dalam bermacam upacara adat serta aktivitas modern yang lain di Indonesia, baik pada kegiatan resmi ataupun informal. Gamelan dimainkan buat mengiringi ritual keagamaan, upacara, tarian, tari- drama, teater tradisional, teater wayang, nyanyian, konser, festival, pameran, serta banyak lagi. Untuk mayoritas orang Indonesia, gamelan ialah bagian integral dari budaya Indonesia.

Pada tahun 2014, tradisi Gamelan diakui selaku bagian dari Peninggalan Budaya Takbenda Nasional Indonesia oleh Departemen Pembelajaran serta Kebudayaan Republik Indonesia.

Seiring Perkembangan jaman yang begitu masif oleh teknologi informasi menjadikan kita tidak adanya batasan lagi, memang memberikan sisi positif namun untuk hal lain seperti seni musik leluhur mulai hilang dan lenyap oleh musik barat. Gamelan mulai sulit ditemukan ditempatnya, banyak sekolah menghilangkan budaya musik ini. Entah apa yang dipikirkan mereka ini, apa hanya sebatas kurang menarik dan ketinggalan dari dunia modern mungkin.

Sebagian besar instrumen gamelan logam dibuat dari perunggu ataupun kuningan ataupun besi, terdapat pula yang dibuat dari kayu, bambu, kulit, serta senar. Gangsa merupakan kependekan dari Tigang( 3) serta Sedasa( 10), istilah buat gamelan dalam bahasa Jawa besar bersumber pada komposisi bahan pembuatan gamelan( perunggu) terbaik, ialah 3 tembaga serta 10 timah. Pande merupakan istilah buat pembuat gamelan, sebaliknya Pelaras merupakan orang yang mengendalikan nada gamelan supaya cocok dengan standar gamelan yang terdapat. Dalam proses pembuatan gamelan, paling tidak terdapat 5 tahapan yang wajib dilalui buat membuat gamelan yang baik. Kelima tahapan tersebut antara lain:

Membesot– untuk mencairkan adonan, seseorang pengrajin gamelan hendak mempersiapkan kowi, ialah wadah semacam mangkok yang dibuat dari tanah liat. Dalam proses ini, perapian yang dilengkapi dengan perlengkapan pemanas disiapkan buat menciptakan panas yang optimal. Kowi setelah itu diisi dengan logam serta paduan yang lain, semacam tembaga ataupun perak buat menciptakan warna pelat yang bagus.

Menyinggi– bahan dasar logam dilebur kembali buat dicetak jadi pisau ataupun wujud bundar. Terdapat 3 wujud gamelan yang terbuat pada sesi ini, ialah wujud panjang( dawan), wujud separuh bundaran panjang, serta wujud cebongan. Buat melindungi kesakralan, umumnya pada sesi ini air kembang digunakan buat merendam gamelan yang telah dicetak. Menempa- gamelan yang sudah dicetak setelah itu masuk ke sesi penempaan ataupun pembuatan buat menciptakan wujud yang sempurna. Sesi penempaan ialah sesi yang sangat lingkungan dalam proses pembuatan gamelan. Pada sesi ini prosesnya dicoba oleh orang yang sangat menguasai seluk beluk gamelan, mengingat proses penempaan tidak dicoba sembarangan, melainkan memakai bermacam metode memukul dengan memakai bermacam berbagai palu.

Membabar– gamelan yang dipalsukan tersebut setelah itu ditilik kembali pada sesi penebaran. Pada sesi ini bila masih ada cacat pada wujud hendak diperbaiki kembali.

Melaras– ada satu lagi proses berarti yang wajib dicoba buat menciptakan seperangkat gamelan yang sempurna, ialah proses pengaturan tangga nada. Oleh sebab itu, dibutuhkan satu tahapan lagi buat menciptakan gamelan dengan raga serta guna yang sempurna, tahapan tersebut merupakan mengendalikan tangga nada.

Sehabis disesuaikan dengan skala, bilah serta bundaran siap dipasang di kandang. Pada sesi inilah pembuatan bermacam instrumen gamelan sudah berakhir secara raga serta fungsional. Sebagian pengrajin, walaupun tidak sering ditemui, memenuhi pembuatan gamelan dengan bermacam ritual, semacam puasa serta sesaji. Perihal ini pastinya buat menciptakan suatu gamelan yang tidak cuma sempurna secara raga serta fungsional, namun pula secara filosofis.

Sentra penciptaan gamelan tersebar di pulau Jawa serta Bali. Produsen gamelan ini sudah mengekspor ratusan serta memasok gamelan ke segala dunia. Sebagian sentra penciptaan gamelan terletak di Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Nganjuk, Magetan, Bantul, Ponorogo, Klaten, Banyuwangi, Gunung Kidul, Cimahi, Bogor, Gianyar, serta Klungkung.

Anak kecil serta anak muda akan memainkan dan mendalami bukan ingkar serta acuh dan tidak peduli, jika para orang dewasa hanya sebagai orang tua bukan memberi bimbingan dan pemahaman tentang tradisional musik.

Dibanyak universitas negara lain banyak memainkan dan mempelajari dari Australia, mexico hingga Amerika Serikat. Tidak semua yang disebutkan seperti di atas, juga banyak muncuk kesadaran dari anak muda sekarang dengan memadu padankan dengan aransemen musik modern. Bermunculan para musikus yang memberi signal bahwa tradisonal musik sebagai seni yang tidak lekang oleh waktu.

AngryB
Hello world

Related Posts

Post a Comment